• secretary@superenergi.com
  • 021 2903 5295
28 August

Jakarta, 26 Agustus 2020


Secara makro ekonomi Indonesia berada dalam penurunan, dari 5,17% pada tahun 2018 menjadi 5,02 pada tahun 2019. Pendapatan Perseroan pada tahun 2019 mengalami sedikit penurunan, yang diakibatkan oleh turunnya pernjualan. Faktor utama yang menjadi penyebab penurunan penjalan adalah harga rata-rata untuk LPG dan Kondensat yang mengikuti harga gas dunia. Sementara itu pada sisi lain Perseroan harus terus menjaga dan meningkatkan penjualan.


Kinerja Keuangan


Perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 1,42% pada tahun 2019 sebesar Rp 291,62 miliar, dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 295,85 miliar. Penurunan pendapatan Perseroan pada tahun 2019, disertai dengan turunnya beban pokok pendapatan sebesar 3,55%, menjadi Rp 162,56 miliar dibanding tahun 2018 sebesar Rp 168,55 miliar. Posisi beban pokok pendapatan tersebut turut menaikan laba bruto Perseroan sebesar 1,39% menjadi Rp 129,06 miliar pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 127,30 miliar. Marjin laba kotor juga naik menjadi 44,26% pada tahun 2019 dibandingkan dengan pada tahun 2018 sebesar 43,03%


Perseroan memperoleh keuntungan dari laba selisih kurs sebesar RP 14,084 miliar pada tahun 2019, dibandingkan dengan rugi selisih kurs sebesar Rp 23,855 miliar pada tahun 2018. Hal tersebut menurunkan beban usaha dari sebelumnya Tp 98,147 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp 60,117 miliar pada tahun 2019. Imbasnya adalah peningkatan laba usaha yang signifikan dari sebelumnya Rp 29,154 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp 68,950 miliar pada tahun 2019 atau sebesar 136,50%. Marjin laba usaha juga meningkat tajam dari sebelumnya 9,85% pada tahun 2018 menjadi 23,64% ditahun 2019.


Pencapaian laba usaha ini mendorong peningkatan komprehensif Perseroan pada tahun 2019, yang menjadi Rp 8,225 miliar atau meningkat 128,03% dibandingkan kerugian pada tahun 2018 sebesar RP 28,330 miliar. marjin laba komprehensif juga meningkat menjadi 2,82% pada tahun 2019, dibanding dengan marjin rugi komprehensif sebesar 9,57% pada tahun 2018.


Prospek Usaha Perseroan Tahun 2020


Perseroan optimis, konsumsi produk akhir Perseroan akan terus tumbuh sejalan dengan tumbuhnya industri yang merupakan konsumen Perseroan. Permintaan gas yang terus meningkat ditengah pasokan yang terbatas menjadi peluang yang menjanjikan. Sehingga, Perseroan memperkirakan akan terjadi pertumbuhan usaha pada tahun 2020, dengan pendapatan akan meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun 2019.


Demikian kinerja Perseroan yang dapat kami sampaikan.